Nyanyian Mujizat (Bilangan 21 : 16-18)

Bangsa Israel mendapatkan mujizat di tengah padang gurun saat menggali sumur yang ternyata berlimpah air (beer) melalui iman percaya Musa juga iman Bangsa Israel yang besar pada Allah.

Israel yang menggali mengusahakan sumur mendapatkan air (melalui nyanyian syukur kepada Allah) dan Tuhan yang memberikan airnya. Dari kisah ini kita bisa melihat kerjasama antara orang percaya dan Tuhan (I Korintus 3 : 9). Untuk mewujudkan janji-janji Allah, kita harus mengerjakan bagian kita dan Allah akan mengerjakan bagianNYA atas hidup kita.

Setiap kali membutuhkan pertolongan Tuhan sebenarnya dengan mudah kita peroleh, hanya melalui Firman Tuhan. Allah tidak menuntut kita dengan perkara yang aneh-aneh atau berat, bahkan kemudahan itu sudah ada dalam diri kita melalui hal-hal yang sederhana yang pasti dapat kita lakukan.

Melalui doa, mengerti dan melakukan Firman Tuhan; Tuhan bisa menolong dan melakukan mujizat atas hidup kita. Berkat dan mujizat datang diikuti mengerjakan bagian kita itulah Tuhan inginkan.

Hanya melalui pemulihan hubungan maka kedamaian itu bisa kita rasakan dalam hidup. Mungkin disaat kita mengalami kesulitan ekonomi, disitu kita sedang melupakan perpuluhan kepada Tuhan. Berbeda-beda masalah setiap kita, ada berbeda-beda pula bagian yang harus kita kerjakan menurut Firman Allah.

Kita harus hidup di dalam kebenaran dan kesucian, maka dia kita pasti didengar Allah Bapa. Semua janji Allah Bapa hanya ditujukan bagi anak-anak Allah. Hidup benar harus dilakukan kapanpun dan dimanapun bahkan dari relung hati serta pikiran kita.

Selalu hidup dekat dengan Tuhan, melalui doa dan bersekutu dengan Tuhan. Apa yang tidak masuk akal manusia itu yang disediakan Tuhan atas kita, seperti saat Musa memerintahkan Bangsa Israel minum dari sumur yang kering dan merekapun terlepas dari kekeringan.

Meskipun ujian hidup kita terasa berat, kerjakan bagian kita dan percayalah Tuhan mengerjakan mujizat atas hidup kita yan tidak pernah kita pikirkan. Orang-orang percaya bisa menuai bahkan di musim paceklik sekalipun karena KasihNYA.

Kerajinan dan usaha kita pasti diberkati Tuhan. Bernyanyilah, angkat pujian syukur kepada Tuhan meskipun belum terjadi mujizat atau doa kita belum dijawab Tuhan. Miliki iman beer; meskipun belum melihat kita sudah percaya pada pertolongan Tuhan.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)