Lebih Kuat Bersama Tuhan

Lebih Kuat Bersama Tuhan

Yesaya 40:21

Untuk menjadi kuat, kita harus memiliki pondasi dan struktur yang kuat di segala aspek kehidupan. Seperti sebuah bangunan yang didirikan kuat karena memiliki detail struktur yang kuat, dari tanah yang begitu lemah diperhitungkan untuk menjaga bangunan tetap kuat bukan saja saat didirikan akan tetapi kuat dalam berjalannya waktu.

Sama halnya dalam menentukan unsur bangunan yang diatas. Dengan pondasi dasar bangunan yang kuat, diperlukan pengukuran dan takaran dalam membangun atapnya disesuaikan dengan unsur bangunan yang ada. Tidak serta merta karena kuatnya atau karena bobotnya malah menghancurkan bangunan itu sendiri.

Seperti halnya hidup, Tuhan ingin senantiasa memperkuat jiwa kita. Segala aspek kehidupan kita yang lemah, disempurnakan Tuhan. Seperti burung rajawali yang terbang tinggi, begitu juga kita akan dibawa terbang tinggi melampaui badai untuk kemuliaan Tuhan.

Untuk menjadi kuat kita harus mempererat hubungan kita dengan Tuhan. Qavah yang berarti melekat erat lebih lagi mengikat hidup dengan Tuhan, membangun hidup kita terus melekat dengan kasih Tuhan. Pengalaman hidup kita menjadi kekuatan dan berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Menjadi kuat melalui pengenalan pribadi dengan Tuhan Yesus (yada). Tidak hanya sekedar mengenal tetapi juga mendekat, mempelajari Firman Tuhan dan bertindak sesuai Firman Tuhan sampai hidup kita berkenan dan nama Tuhan dipermuliakan.

Untuk menjadi kuat kita dapat terus merenungkan Firman Tuhan. Firman Tuhan akan senantiasa mengingatkan kita (chazak), Roh Kudus akan membimbing kita dalam menjalani hidup kita untuk menguatkan kita.

Membangun kehidupan doa, dimulai dari mengawali hari. Saat pagi hari kita sudah bersiap dan bersyukur akan penyertaan Tuhan. Membangun kehidupan doa di pagi hari berarti kita berada di dalam kehidupan doa bukan saat permasalahan hidup sudah melanda akan tetapi kita sudah siap sebelum permasalahan atau badai hidup melanda. Sudah dari semula atau sudah sejak dini kita bersiap melampui badai hidup dengan berdoa.

Inilah yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita senantiasa berdoa, senantiasa membangun komunikasi dengan Tuhan sehingga kehidupan kita berkenan kepadanya. Kekuatan iman kita semakin diteguhkan di dalamNYA (amat).

Ambil keputusan dalam hidup kita bersama Tuhan. Menantikan Tuhan dengan menerima segala apa yang telah diberikanNYA dalam hidup kita dengan penuh ucapan syukur.

Senantiasa bangun hidup melekat erat dengan Tuhan Yesus, merenungkan Firman Tuhan dan mengambil keputusan dalam hidup kita bersama Tuhan.

**sumber: kotbah Pdt Gideon Rusli di GBIS Kepunton