Kekuatan di Efrata (Kejadian 35 : 16-20)

Tidak ada perkara yang kebetulan bagi orang percaya. Kita harus berani menghadapi ujian dan tantangan di dalam dunia ini. Tuhan akan mengijinkan ujian ada di dalam hidup kita hingga kita anak-anakNYA lulus dan menang dari segala kelemahan kita.

Ketika sedang lari dari masalah, maka masalah itu akan tetap mengejar kita dan kita akan jatuh dalam masalah tersebut. Saat lari dalam masalah, memang kita tidak melihat masalah itu saat lari dari hal itu namun sebenarnya masalah itu masih menanti/masih ada/belum terselesaikan.

Bersama Kristus, tidak ada kesukaran yang terlampau sukar untuk kita atasi. Oleh karena KasihNYA kita mendapat jalan keluar dari Tuhan dan kesukaran itu tidak akan melebihi kekuatan kita.

Tidak ada satupun kesukaran dan masalah yang bisa membatasi Allah unutk melakukan keajaibanNYA menolong kita. Jika kita hidup dalam kesucian dan kebenaran Firman Tuhan; Tuhan Yesus sendiri pasti menjadi kekuatan dan jalan keluar kita. Segala perkara akan menjadi kebajikan bagi orang yang mengasihi Allah. Kesukaran, masalah dan problema menjadi pintu gerbang untuk menerima berkat dan mengalami mujizat yang tiada terkira.

Segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita pasti ada maksud Tuhan yang terbaik untuk kita.

Tuhan selalu mengingatkan kita di saat kita akan jatuh dalam dosa, Tuhan rindu orang yang jatuh dibangkitkan; yang hancur dipulihkan dan yang putus asa mendapat pengharapan. Bertanyalah dan berdoalah setiap kali akan melangkah, mintalah bimbingan dan pimpinan Allah dalam setiap langkah hidup kita. Kalau Tuhan sudah memberikan peringatan, jangan keraskan hati kita.

Bertobat dari segala kesalahan dan hidup yang tidak berkenan pada Tuhan. Berbalik dan berdamai dengan Tuhan adalah jalan terbaik untuk menerima pemulihan.

Di Efrata, Yakub mengalami penderitaan yang bertubi-tubi; kematian Rachel istrinya dan kehilangan Yusuf anaknya. Namun di Efrata juga Yakub meneguhkan diri untuk tidak mundur dari kesetiaan kepada Allah dan mengorbankan segalanya untuk Tuhan tanpa kekecawaan. Saat Yakub berserah total, maka penghiburan dan sukacita maka Tuhan bisa melihat rencana Allah yang indah atas hidupnya.

Jika saat ini kita sedang dibawa di Efrata kehidupan kita, tetaplah kuat dan berkorban untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan sedang mengajak kita untuk tetap setia dan berserah total pada Allah. Tuhan Yesus baik dan pasti kita akan bersyukur dan memuliakanNYA pada akhirnya.

Benyamin yang berarti tangan kanan, begitu pula kita menjadi tangan kanan Allah yang dijamin ketersediaan kuasa mujizat Tuhan yang dapat melakukan perkara besar bersama penyertaan Tuhan.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)