Kehendak Bapa (Nehemia 2:10, 19, 4 : 1-17)

Nehemia mendapat tugas besar dari Tuhan untuk membangun tembok Yerusalem. Apa hikmat Firman Tuhan dari kisah Nehemia ini?

Pembangunan tembok Yerusalem memiliki tantangan yang cukup besar. Saat kita melakukan kehendak Tuhan maka ada tantangan yang menjadi ujian iman. Sebagian kejatuhan orang-orang beriman justru terjadi pada saat sudah keberkatan, berhasil dan merasa aman dan tenang kemudian tidak membutuhkan Tuhan lagi.

Namun disaat kesesakan dan menghadapi tantangan yang besar maka iman itu mulai bertumbuh dan timbul kembali, doa dan pengharapan mulai diangkat kembali kepada Tuhan. Tuhan mengijinkan ujian tantangan hidup di dalam hidup kita untuk kembali mengingatkan kita akan kuasaNYA; waktu inilah kita dilatih kembali untuk tekun berdoa, membaca Alkitab dan sungguh-sungguh beribadah.

Hal itu adalah baik adanya tetapi bukan yang terbaik untuk penyembahan kepada Tuhan. Meskipun tantangan ujian dan permasalahan hidup itu belum ada; teruslah berdoa, membaca Alkitab, beribadah serta bersungguh-sungguh bersandar penuh pengharapan kepada Tuhan.

Percayalah ada kemuliaan Tuhan, dibalik salibNYA. Jangan kita diarahkan oleh kondisi dan situasi hidup kita, Tuhan Yesus berkehendak hidup anak-anak Tuhan untuk senantiasa bersandar kepada Firman Tuhan. Ketika seribu pintu tertutup bagi kita, Tuhan bisa membuka pintu yang lain untuk kita menuju kemuliaanNYA. Kita harus mengatur situasi dan kondisi hidup kita dengan menyerahkan hidup kita untuk kehendak Tuhan mengatur hidup kita.

Meskipun kelihatannya mustahil akan tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Tetap percaya dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Kehendak Tuhan yang mengatur hidup kita maka situasi dan kondisi hidup berada dalam kendali kita.

Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat, hadapi tantangan hidup dengan kesabaran dan dengan hati yang tenang.