Hidup adalah Melayani Tuhan (II Samuel 19 : 31-38)

Banyak orang Kristen yang telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan. Setiap orang beriman sudah diberi kesempatan yang limpah di dalam hidup ini. Baik perkara yang biasa saja ataupun perkara yang luar biasa.

Kesempatan luar biasa tetapi hasilnya biasa saja atau kesempatan biasa tetapi hasilnya luar biasa? Meskipun kesempatan biasa tetapi kalau kita menggunakan dengan betul maka kita akan jadi luar biasa. Ketika Daud hanya seorang gembala menjadi gembala bangsa besar disinilah Tuhan menjadikan Daud yang biasa saja menjadi luar biasa melayani Allah dan Bangsa Israel. Menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya pasti bisa menjadi indah pada waktuNYA. Sekalipun dalam hal kecil atau sederhana lakukanlah semua itu segenap hati kita.

Orang yang sungguh-sungguh bertobat adalah orang yang meraih kesempatan permulaan untuk hidup yang indah (Kisah Para Rasul 3 : 19-20). Semua orang pasti memiliki kesempatan untuk melakukan pertobatan. Jangan menunda-nunda pertobatan, menolak pertobatan menjadikan semakin lama hati menjadi semakin keras dan jahat.

Saat teduh adalah kesempatan biasa yang pasti dapat dilakukan setiap kita namun dampaknya sangat luar biasa dan indah. Sesibuk dan sepadat apapun waktu kita, kita pasti memiliki waktu untuk bersaat teduh.

Memberi untuk Tuhan; Tuhan tidak pernah menghitung banyak atau sedikitnya persembahan kita namun Tuhan melihat setiap hati kita. Mengembalikan milik Tuhan dengan sukacita dan berusaha memberi yang terbaik untuk Tuhan dengan penuh ucapan syukur (Matius 6 : 19-21). Menabur berkat tidak hanya dapat dilakukan di gereja namun memberikan berkat kepada orang tua atau orang-orang sekitar yang memerlukan inipun adalah hal sederhana yang Tuhan berikan untuk kesempatan kita menuju kebahagiaan kekal dan melakukan kehendak Allah.

Menghormati orang tua adalah kesempatan kita meraih umur panjang dengan hidup yang bahagia di dalam Tuhan.

Masing-masing kita memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri dan lain kali kesempatan itu belum tentu terjadi lagi. Selama kita masih bernafas, Tuhan masih mempunyai karya-karya yang indah atas hidup kita. Sekalipun tidak bisa berbuat apa-apa lagi namun kita masih bisa berdoa kepada Tuhan. Bersekutulah dan hidup dekat dengan Tuhan semakin kita melekat pada Tuhan maka kita akan semakin dapat mendengar suara dan kehendak Tuhan atas hidup kita.

Sekalipun hanya kesempatan yang biasa tetapi kalau dari Tuhan dan kita menggunakan dengan baik maka akan menghasilkan perkara yang sangat luar biasa. Kita harus melakukan apa saja melalui semua kesempatan yang Tuhan berikan meskipun kelihatannya rendah dan biasa. Saat kita menabur yang baik maka kita akan banyak menuai dari Tuhan, gunakan setiap kesempatan sampai akhir hidup kita.

*sumber: Kotbah Firman Tuhan Pdt. Jonatan Jap Setiawan (GBIS Kepunton)